Tanah itu dulu hanya diratakan,
tanpa janji, tanpa pengumuman.
Hujan datang,
jalan menjadi licin,
langkah belajar sabar.
Waktu berjalan diam-diam.
Semen menutup lumpur,
niat menutup ragu.
Tidak semua rencana perlu suara.
Sebagian cukup dikerjakan,
lalu dilalui.
No comments