Judul : Kisah yang Menyayat Hati: setia Dibalas Luka
_Di tempat saya tinggal, ada sebuah kisah memilukan.
Tentang seorang istri honorer guru SD —dan suaminya, seorang pekerja bangunan.
Sejak sang istri masih kuliah, suaminya yang membiayai seluruh kebutuhannya. Dari makan, kos, hingga uang kuliah. Mereka hidup sederhana, namun bahagia. Tak ada konflik, tak ada pertengkaran besar.
Sang suami setiap hari mengantar-jemput istrinya mengajar, di sela-sela waktu kerjanya sebagai kuli bangunan. Semua dilakukannya dengan ikhlas dan penuh cinta.
Tahun demi tahun berlalu. Sang istri mengikuti tes CPNS dan akhirnya lulus. Diangkat menjadi PNS. Kebahagiaan mereka pun semakin bertambah. Ekonomi mulai membaik, masa depan terlihat lebih cerah.
Namun... kebahagiaan itu tak bertahan lama.
Tanpa angin, tanpa hujan, tanpa tanda-tanda keretakan sebelumnya, tiba-tiba sang istri meminta cerai.
Sang suami terpukul. Tak ada yang bisa ia lakukan selain mengabulkan permintaan itu, walau hatinya hancur berkeping-keping.
Dugaan, alasan sang istri ingin berpisah karena kini ia merasa malu memiliki suami yang "hanya" seorang kuli bangunan. Status sosial jadi alasan. Setelah menjadi PNS, ia merasa sang suami tak lagi selevel dengannya.
Padahal, Sang istri sampai pada titik itu karena perjuangan dan pengorbanan besar dari suaminya.


No comments:
Post a Comment