Judul : Ko Bukan Sa Pung Tempat Bahagia
_Terlalu baik, ko pung cara.
Terlalu manis, ko pung kata.
Sampai sa jauh di dalam luka su tinggal lama.
Dulu, sa pikir semua ini soal cinta yang butuh perjuangan. Sa paksa diri untuk tetap bertahan. Biar luka terus menetes, asal ko bisa lihat kalau sa kuat. Sa pikir kalau sa cukup sabar, semuanya akan indah pada waktunya. Tapi ternyata waktu cuma bawa sa lebih jauh ke dalam resah.
Setiap malam, sa baring sendiri. Tanyai diri:
Kenapa harus begini?
Apa salah sa?
Tapi ko tidak pernah jawab. Hanya tatap kosong, dan sikap acuh yang makin hari makin menyakitkan.
Ko jalan terus, seakan-akan tidak pernah ada apa-apa. Seakan semua kata yang dulu ko bilang hanya debu yang bisa ditiup angin. Ko pura-pura lupa. Dan sa?terpaksa bilang dalam hati,
"tra apa-apa, sa tarima."
Walau air mata su jadi teman tiap malam.
Dari dulu....Sa hanya ikut ko pung mau, . Tapi ternyata... di ujung Lorong cerita berubah
Hanya Tuhan yang tau, siapa yang paling terluka dari kisah ini.
Karena dari awal, sa cuma ikut ko pung arah. Sa pikir itu cinta. Tapi sekarang, sa sadar. Cinta bukan tunduk sepenuhnya pada orang yang tra pernah mau mengerti?
Sa mau mundur. Jauh-jauh.
Sa tra kuat lagi pura-pura bahagia demi hubungan gelap ko deng dia.
Bodohnya sa, mudah sekali percaya.
Tapi kini sa sadar samua.
ko bukan sa pung tempat bahagia.


No comments:
Post a Comment