Notification

×

Kategori Berita

Tags

Kode Iklan Disini

Kode Iklan Disini

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sudah Jua, Nyong e

Sunday, 13 July 2025 | July 13, 2025 WIB Last Updated 2025-07-13T16:52:05Z
Sudah Jua, Nyong e
Judul: Sudah Jua, Nyong e…

_Malam hari di Kampung Werba. Angin laut dari arah barat pelan-pelan menyapu rumah yang sepih. Di sudut beranda rumah , Maya duduk sendiri. Matanya menatap kosong ke jalan setapak yang dulu selalu dilewati nyong itu—yang kini sudah bukan miliknya lagi.

“Sudah jua…” bisik Maya ke dirinya sendiri.

Cinta yang dulu ia perjuangkan dengan hati, dengan sabar, dengan semua yang ia punya—kini tinggal sisa yaitu luka. Dulu ia percaya nyong itu dia adalah akhir dari seluruh cerita. Tapi sekarang, setelah semua rasa, semua luka, semua air mata…

“Su cukup, nyong e…”
“Rasa yang dolo akang, su seng ada lagi.”

Beberapa hari lalu, nyong itu dia datang lagi. Ketuk pintu rumah sambil senyum minta maaf. Katanya, dia rindu. Katanya, dia salah pilih. Tapi Maya tau… bukan semua rasa bisa dibangunkan lagi hanya karena kata “maaf” dan “rindu”.

“Biar se putar cerita… biar ko ungkap lagi itu cinta…”
“Nyong e, su seng bisa…”

Rasa itu sudah selesai. Bukan karena tak cinta, tapi karena Maya akhirnya mencintai dirinya sendiri lebih dari rasa yang melelahkan.

“Jang lagi sayang… tra usah lagi menyesal…”
“Mungkin cinta ini, akan sampe disini.”

Padahal dia sudah bersama orang lain. Dan Maya tau, walau nyong itu datang bawa janji baru, luka yang kemarin belum sembuh. Cinta tak bisa tumbuh di atas puing kepercayaan yang patah.

“Bale… bale par dia… kalo sa su seng mungkin jalani cinta ini…”

Malam makin larut. Tapi dada Maya terasa lebih lega. Tidak ada lagi rindu yang menggila. Tidak ada lagi tangis dalam bantal. Yang ada hanya keikhlasan. Yang ada hanya keberanian untuk bilang:

“Sio nyong, pigi. Pigi deng dia. Jujur hati sa bilang… sio, nyong ko bukang untuk sa lagi.”

Mungkin nyong itu akan marah. Mungkin dia akan bilang Maya keras hati. Tapi Maya tau, ini bukan tentang membalas luka. Ini tentang menyelamatkan diri.

“Maaf, nyong e… maaf sayang…”
“Sa pung hati su terlanjur… par yang laeng.”

Dan di malam yang lengang itu, Maya menulis di halaman bukunya:

Cinta kadang datang, lalu salah jalan.
Tapi jangan biarkan hati tinggal di tempat yang tak lagi memberimu arah pulang.
Sa mengalah, bukan karena kalah… tapi karena sudah selesai.

No comments:

Post a Comment

-

================ =

Recent Posts

kunjungi alamat youtube

CHADOS SANGKEK ALAMAT KAMPUNG SKENDI SORSEL

Comments system

Subscribe Us

×
Chados Sangkek update
               
         
   
       
 
"CHADOS": { "SANGKEK": "DESAINER", "WEB": { "INI": "JIKA", "ADA YANG BERMINAT": "", "UNTUK PEMBUATAN WEB": ["BISA HUBUNGIN CHADOS SANGKEK "] } }