Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Doa yang gagal sampai ke langit

    Doa yang gagal sampai ke langit 
    Judul: Doa yang gagal sampai ke langit



    Malam itu dirumah kontrakan . di depan Lampu di teras, redup, berkedip pelan seperti jantung orang yang lelah. Di kursi plastik biru, seorang lelaki duduk diam—tangannya menggenggam segelas kopi, lagu pelan mengalun dari ponsel —lagu yang dulu mereka dengar berdua. Kini hanya ia yang mendengar, dengan dada sesak menahan rindu yang tak tahu harus dikirim ke mana.

    “su cukup beta mengalah sandiri,” bisiknya, seperti berbicara pada bayangan di dinding.

    Dia sudah mencoba bertahan. Berkali-kali menulis pesan panjang, tapi dihapus lagi. Berkali-kali menelepon, tapi selalu ditolak. Di kepalanya, hanya gema satu pertanyaan yang terus berulang:
    “sa Salah apa sampe se beking beta bagini?”

    Dulu, sa pikir cinta itu cukup kalau tulus. Tapi malam ini, sa mulai sadar—kadang cinta butuh keberanian untuk berhenti.
    “Apa perlu jauh bagini cuma par rasa sakit?” katanya lagi, suaranya paruh.

    Sa bangkit, berjalan ke luar rumah.. Di ujung jalan, tampak lampu motor lewat, tapi bukan milik dia. Sudah lama motor itu tak berhenti di depan rumah ini.

    “Seng bisa se terus terang kah, se ini sapa?” sambil, menatap langit yang mulai mendung.

    Dulu, setiap sore kita duduk di sini, bercerita tentang masa depan, tentang rumah yang mau dibangun bersama. Sekarang, masa depan itu cuma tinggal kata di udara.

    “Cinta par sapa, sayang par sapa? Lalu beta ni sapa?”

    Kata-kata itu seperti doa yang gagal sampai ke langit. Ia menunduk, memejamkan mata. Air matanya jatuh tanpa suara, bercampur dengan hujan yang mulai turun.

    “Beta berjuang, tapi dia yang dapat…” katanya lirih.

    Ada rasa marah, tapi lebih banyak pasrah. Ada kecewa, tapi lebih banyak lelah. Mungkin ini waktunya berhenti bertanya.

    “Beta menyerah, sayang... beta su kalah,” 

    Sa menatap jauh kesana, yang tampak samar di antara hujan dan kabut. Di sanalah, semua kenangan kita tenggelam pelan-pelan, seperti perahu yang lepas tali dan tak pernah kembali.

    #fyp #foto #teks

    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad