Header Ads

ad728
  • Breaking News

    kenangan jadi penjara

    kenangan jadi penjara 
    Judul : kenangan jadi penjara

    Malam itu , cuma suara ombak kecil yang datang dan pergi di pantai belakang rumah. Angin membawa aroma asin dan kenangan yang lama tak ingin pergi. Beta duduk di beranda, gitar tua di pangkuan, jemari ini memetik pelan senar.

    Nada-nada keluar seperti keluhan hati yang tak pernah selesai.
    “Beta cape,” bisik beta dala hati, “jadi tawanan kenangan.”

    Dulu, setiap malam seperti ini, dia duduk di kursi sebelah. Kadang diam, kadang ikut bernyanyi, kadang cuma pandang langit, . Sekarang kursi itu kosong — tapi bayangannya masih di sana, duduk di samping beta, tak pernah benar-benar pergi.

    Beta coba buang suara, tapi yang keluar hanya napas berat.
    “Nona, sekarang ale deng sapa?”
    Masih adakah seng beta pung tempat di ale pung hati?

    Gitar berhenti berdenting. Beta tunduk, pandang tanah, lalu langit, lalu laut. Semuanya diam, tapi di dalam dada, ribut luar biasa. Beta ingat waktu pertama kali bilang cinta. Suara ombak waktu itu juga seperti malam ini — pelan tapi jujur. Dia tertawa kecil, bilang, “Ko ini, kalau bicara cinta, selalu pakai laut dan lagu.”

    Sekarang laut dan lagu tinggal jadi saksi — dan kenangan jadi penjara yang tak punya pintu keluar.
    Setiap hari beta coba keluar, tapi dindingnya dari suara dan wajahnya yang masih melekat.
    Di beta pung dinding hati, su tatempel ale pung nama.
    Yang seng bisa cabu, biar deng apa lai.

    Beta tahu, waktu mungkin sudah bawa ale jauh. Tapi di sini, beta masih sama — masih duduk di kursi kayu, masih main gitar, masih panggil nama yang sama di antara bunyi ombak dan angin malam.

    “Cuma ale, sayang e...”
    Suara itu keluar pelan, nyaris hilang tertelan debur laut.
    Dan malam pun ikut diam.

    #fyp #foto #teks

    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad