Judul : Jeritan dari Rumah
_Kami di Papua punya banyak luka,
bukan cerita karangan,
bukan angka di meja rapat,
tapi nyata —
seperti tangis ibu saat bahan makanan menipis,
seperti anak yang berjalan lima jam
untuk mengeja "A" dan "I" di sekolah tanpa papan tulis.
Kami di Papua punya banyak suara,
bukan untuk dimanipulasi,
bukan hanya untuk diam dalam doa,
tapi untuk didengar —
dari balik dinding rumah yang hangat,
dari ladang yang tak pernah bohong
tentang siapa yang bekerja paling keras.
Kami di Papua punya banyak pertanyaan,
kenapa kami harus paling sabar
dalam negeri yang katanya adil?
kenapa Janji pembangunan hanya datang
di musim pemilu?
Kami tidak minta belas kasihan,
kami hanya ingin dilihat
sebagai manusia—utuh, setara,
bukan titik-titik kecil di ujung peta.
Dengarlah jeritan kami,
bukan dari layar kaca,
tapi dari tanah yang basah oleh keringat,
dari kampung ke kampung,
dari rumah ke rumah,
dari hati yang masih percaya—
bahwa keadilan belum mati di negeri ini


No comments:
Post a Comment