Judul :Perjuangan Ibu Tunggal
_Kadang jiwa ini terasa begitu lelah. Ada saatnya ingin menyerah, ingin menangis tanpa henti, dan bertanya pada diri sendiri, "Sampai kapan sa harus jalani semua ini seorang diri?"
Tapi setiap kali melihat wajah anak-anak, semua keluh itu sirna. Senyum mereka adalah alasan mengapa sa harus tetap berdiri, meski hati retak dan tubuh lelah. Mereka tidak pernah tau betapa kerasnya sa berjuang, betapa seringnya sa menyembunyikan air mata di balik senyuman agar mereka merasa aman.
Ada banyak hari ketika sa merasa tidak sanggup. Tidak ada yang membantu, tidak ada yang bertanya, "Mereka datang bisa datang membantu?" Tapi justru karena itu, sa belajar berdiri di atas kaki sendiri. Sa belajar mengatur segala hal seorang diri—mencari nafkah, membayar sekolah, menyiapkan makanan, sampai mendampingi mereka belajar di malam hari.
Dan kini, ketika melihat mereka tumbuh, sa sadar… semua rasa lelah itu terbayar. Bukan karena hidup ini mudah, tapi karena cinta yang sa berikan lebih kuat dari semua luka yang pernah ada.
"Kadang jiwa ini cape, ada saatnya mengeluh," bisik sa pada diri sendiri. "Tapi sa tau, cuma wanita tangguh yang bisa rawat anak-anak sampai bisa jadi seperti sekarang."
Sa tarik napas dalam-dalam, menatap langit yang mulai gelap. Ada doa yang sa bisikkan di dalam hati— terimakasih akhirnya anak anak ku telah mendapatkan pekerjaan dan semoga tetap diberkati selalu untuk terus melangkah lebih jaun.


No comments:
Post a Comment