Notification

×

Kategori Berita

Tags

Kode Iklan Disini

Kode Iklan Disini

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sa Tau, Di Sana Ada Dia

Saturday, 26 July 2025 | July 26, 2025 WIB Last Updated 2025-07-26T12:42:06Z
Sa Tau, Di Sana Ada Dia
 Judul: Sa Tau, Di Sana Ada Dia

_Hujan malam itu turun pelan-pelan, membasahi atap seng rumah. Sa duduk di teras, memandang jauh ke jalan setapak yang sepi. Suasana malam bercampur dengan tetesan hujan, seolah ikut merasakan rindu yang sa simpan sendiri.

"Apa salah sa... sayang...e? 
Coba lia hati ini," bisik sa dalam hati sambil menatap ke arah gelap di ujung jalan.

Sa tau, di sana ada dia. Orang yang selalu berdiri di antara sa deng ko. Dia yang membuat sa harus belajar melepaskan, meski hati ini tetap menggenggam erat.

Bila rindu ini hanya untuk ko, 
sayangnya… ada dia yang selalu menghalangi. Tapi sa pung rindu ini cuma untuk ko. Sa tra mampu berpaling ke yang lain.

Sa berdoa, suatu saat… Tuhan bawa pulang ko cuma par sa saja. Sa percaya, Tuhan tau segalanya. 
Kalau memang bukan sekarang, mungkin nanti. 
Kalau memang bukan nanti, sa rela simpan cinta ini diam-diam sampai napas terakhir.

Sungguh, sa pung cinta ini hanya untuk ko, sayang…e. 
Tra mungkin ada yang laeng di hati ini.

"Dengar sa bilang, sa paling sayang ko,"

Satu hati, satu janji. Baku sayang sampai mati. Biar tra harus miliki, tapi kasih sayang ini akan tetap hidup, meski sa harus jalan sendiri.

Sapu hati tambah hancur ketika kenyataan yang ditakutkan akhirnya datang. Hujan baru saja reda saat sa berdiri di depan rumah . Sa lihat sendiri ko bersama dia—berjalan bergandengan tangan, seolah dunia hanya milik kalian berdua.

"Tra cukupkah sa pung cinta sampe ko harus mendua?" suara hati sa bergetar hebat.

Ko hanya berdiri sebentar, mata penuh salah tanpa kata. Sementara sa tau, kalau bertahan, luka ini hanya akan semakin dalam. Tapi hati ini masih bertanya,

"Haruskah sa bertahan untuk jalani cinta ini? 

Haruskah sa berharap sampe mimpi kan jadi nyata?"

Sa berjalan pergi. Malam itu, langkah kaki membawa sa ke dermaga, tempat biasa kita duduk memandang laut sambil cerita tentang mimpi-mimpi yang sekarang hancur. Angin laut membawa kenangan yang terasa menyayat hati.

"Sampe kapan lai sa akhiri rasa di hati ini?"

Air mata jatuh bercampur dengan angin laut yang dingin. Sa duduk, menatap kosong ke arah gelapnya malam.

"Sanggupkah hati deng rasa ini terima semua yang terjadi? Jang ko biking cinta ini bagai si embun pagi…"

Dan malam itu, sa belajar bahwa cinta yang dipaksa hanya akan hilang seperti embun yang lenyap tersapu matahari.

Sa harus rela. Sa harus ikhlas. Karena mencintai tak selalu memiliki. Dan untuk pertama kalinya, sa berdiri lagi, meski goyah, meninggalkan dermaga itu dengan satu keyakinan: suatu hari nanti, sa akan pergi dan kubur semua kenangan kita berdua.

No comments:

Post a Comment

-

================ =

Recent Posts

kunjungi alamat youtube

CHADOS SANGKEK ALAMAT KAMPUNG SKENDI SORSEL

Comments system

Subscribe Us

×
Chados Sangkek update
               
         
   
       
 
"CHADOS": { "SANGKEK": "DESAINER", "WEB": { "INI": "JIKA", "ADA YANG BERMINAT": "", "UNTUK PEMBUATAN WEB": ["BISA HUBUNGIN CHADOS SANGKEK "] } }