Judul: Malam Yang Tenang di Kampung
-Malam itu, langit lagi bersih-bersihnya. Bintang taburan kaya garam tumpah di kain hitam. Angin tipu dari arah kebun belakang rumah. Bunyi jangkrik, suara kodok dari balik batu, semuanya kayak musik latar yang sengaja Tuhan setel buat sa di malam ini.
Sa duduk santai di depan rumah, sambil ngopi. Gelas plastik warna biru . Tapi tiap kali kopi sa putar di gelas itu, rasanya beda. Lebih akrab dengan indah berada perkampungan.
Malam di kampung tuh beda. tidak ada suara kendaraan, tidak ada lampu terang yang bikin mata sakit. Cuma ada lampu-lampu kuning yang menggantung di bawah atap rumah, yang kadang goyang-goyang kalo angin tiup.
Dari kejauhan, terdengar suara mama-mama ketawa kecil. Mungkin mereka lagi cerita lucu sambil ikat sayur. Atau sekadar cerita cerita . Terdengar seperti kedaan kampung semua baik-baik saja.
Sa tarik napas dalam-dalam. , Tiba-tiba, lampu padam. Gelap. Tapi bukan gelap yang bikin takut. Justru bikin langit makin kelihatan keren. Bintang-bintang makin jelas. Bahkan sa bisa lihat satu-dua bintang jatuh.
Di momen kayak begini, ko akan rasa seperti masa kecil dahulu. Tapi juga tenang. Kaya, hidup dalam keadaan baik baik saja. Semua mengalir sesuai waktu. tra perlu panik. Tidak perlu bandingin diri sama orang lain. Di tempat ini, malam ngajarin sa buat istirahat diam untuk dengerin diri sendiri.
Sa liat ke arah bukit. Ada lampu kecil dari depan rumah warga, sepertinya ada teman yang lagi ngopi juga. Mungkin kita mikirin hal yang sama—betapa damainya malam ini.
Kadang, kita terlalu sibuk kejar cahaya besar, sampe lupa kalau malam yang paling indah itu justru yang terlihat sederhana, dan juga yang tenang dalam kedamaian .


No comments:
Post a Comment