Kutitipkan Dia Kepadamu
Judul : Kutitipkan Dia Kepadamu
Hujan turun sore itu, seperti ingin menenangkan hatiku yang sedang retak. Di beranda kecil, aku duduk sambil memandangi jalan setapak yang dulu sering kami lalui berdua. Jalan itu kini hanya milik kenangan.
“Dia bahagia, kan?” tanyaku perlahan.
Kau menatapku dengan mata ragu. “Iya… dia bahagia bersamaku,” jawabmu, meski suara itu terdengar seperti angin yang menahan beban.
Aku tersenyum. Senyum yang tak benar-benar ikhlas, tapi kupaksakan agar tampak kuat. Karena cinta, kadang memang harus belajar untuk diam di batasnya.
“Aku titip dia padamu,” kataku akhirnya, menatap jauh ke arah ujung jalan. “Dia orang yang paling aku sayang. Kalau kau benar mencintainya, jagalah dia. Jangan sakiti hatinya, meskipun sedikit.”
Kau menunduk. “Kau masih mencintainya?”
Aku menarik napas panjang. “Masih. Tapi biarlah cinta itu jadi bagian dari jiwaku saja. Tak perlu ada wujudnya lagi. Kadang cinta itu cukup dengan melihat orang yang kita sayang bahagia, meski bukan bersama kita.”
Suasana senyap. Hanya suara rintik hujan yang memecah keheningan.
Aku masih ingat, bagaimana dulu dia tertawa di sampingku. Bagaimana matanya berbinar saat bercerita tentang impiannya. Kini semua itu bukan lagi untukku. Tapi aku ingin ia tetap tertawa seperti dulu — dan kalau itu hanya bisa terjadi bersamamu, maka aku harus rela.
“Seujung rambut, seujung kuku,” kataku pelan, “jangan pernah kau sakiti dia. Cintai dia dengan sepenuh hatimu.”
Kau mengangguk, kali ini lebih mantap. “Aku pergi dari hidupnya.”
Aku menatap langit yang mulai gelap. “Kalau suatu hari ia menangis, tolong… bukan karena kau. Biar aku saja yang menanggung semua luka yang tersisa.”
Hujan semakin deras. Air mata jatuh tanpa izin, bercampur dengan tetes hujan di pipi. Tapi di balik itu semua, ada rasa damai yang perlahan tumbuh — rasa yang datang dari keikhlasan.
Aku berdiri, menatapmu untuk terakhir kalinya.
“Jagalah dia… karena kini aku sudah benar-benar menyerahkan dia padamu.”
Dan saat aku melangkah pergi, aku tahu: cinta tak selalu harus memiliki. Kadang, cinta adalah saat kita mampu berkata dalam diam,
“Kutitipkan kepadamu… dia yang paling kusayang.”
#fyp #foto #teks

No comments